Kecuali Anda membaca tulisan ini di selembar kertas, semestinya sekarang Anda menyadari sedang menatap suatu kemampuan yang dapat menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik, menghasilkan 17 Milyar US Dollar hanya dalam enam bulan pertama di tahun 2012, menggerus 92% dari keuntungan periklanan industri surat kabar dalam satu dekade terakhir dan sedang melakukan hal yang sama dengan industri televisi pada saat ini juga, bernama Internet.
Sir Tim Berners-Lee mungkin tidak memperkirakan bahwa penemuan internet olehnya pada tahun 1990 yang berawal dari sebuah proposal untuk mengembangkan sistem manajemen informasi akan mempunyai dampak yang begitu besar pada kehidupan manusia, khususnya dalam menjalankan bisnis. Mempertemukan internet dan iklan menciptakan kombinasi yang menghasilkan definisi baru dalam perspektif bisnis. Internet menciptakan suatu ranah baru bagi dunia periklanan.
Pertemuan antara kemampuan internet dan tujuan beriklan telah menciptakan Instrument of Opportunity, peralatan yang membuka peluang bagi semua tingkatan bisnis, besar atau kecil untuk berkompetisi dalam ukuran lapangan yang sama. Sebelumnya, bisnis-bisnis skala kecil-menengah harus berlari menyusuri lapangan yang sangat luas untuk mencapai pelanggan mereka, dibandingkan dengan bisnis besar yang begitu mudah “mempersempit” lapangan, dan menyusuri luas yang lebih sedikit untuk lebih cepat bertemu pelanggan.
Sekarang, kedua skala kutub bisnis tersebut dipaksa ditarik dalam satu epicentrum yang sama, dimana semua kesempatan berimbang. Teknologi iklan kontekstual memungkinkan penetrasi bisnis kecil dan menengah lebih efektif, tanpa terikat waktu, jarak, bahkan memusnahkan hambatan penolakan otomatis dari konsumen. You won’t reject the things you like to have. Teknologi iklan kontekstual menghapuskan hal-hal yang tidak relevan, dan membuat semua orang dapat selalu menemukan hal yang memang mereka inginkan dalam iklan yang mereka lihat.
Semakin lokal, dan semakin niche suatu produk, peluang untuk menggapai pelanggan potensial semakin besar melalui iklan kontekstual di internet. Semakin besar dan multinasional suatu produk, semakin besar kemampuan untuk meraih calon pelanggan yang beragam dan semakin banyak variasi serta kustomisasi kampanye produk yang dapat dilakukan, perusahaan pun dapat semakin gesit mengalokasikan dan merubah prioritas untuk menjawab level of demand, tingkatan keinginan pasar yang berbeda dalam rentang waktu yang semakin cepat berubah.
Keadilan Beriklan
Internet and its contextual advertising capabilities have brought the long yearned justice to businesses. Ya, keadilan yang ditunggu-tunggu dunia bisnis sekarang telah tiba. Perkembangan ini pun telah membuka peluang untuk berbagai perusahaan teknologi, seperti PT SITTI Teknologi Indonesia untuk berperan dalam panggung bisnis teknologi digital nasional. Dimana peran SITTI dalam pesta pora perubahan ini? We are the provider of justice in advertising with our Indonesian contextual advertising capabilities. SITTI berperan memberikan keadilan beriklan, leveling the playing field for all scale of businesses in Indonesia.
Kita ada dengan tujuan mulia memajukan semua skala bisnis di Indonesia, membuka kesempatan baru bagi bisnis skala kecil dan baru berkembang, serta menciptakan variasi ruang baru untuk meraih lebih banyak ceruk pelanggan bagi bisnis multinasional. Dari dua hal tersebut, sebagai entitas bisnis SITTI telah berdiri pada pondasi yang lengkap. To be impactful to society and our nation, yet to also be profitable in its business function.
Pengeluaran yang dilakukan bisnis global untuk iklan melalui internet terus tumbuh dari 80 milyar US dollar pada 2011, diperkirakan mencapai 94 milyar US dollar pada tahun ini dan akan menggelembung sampai 132 milyar US dollar hanya dalam tiga tahun dari sekarang. Dengan model iklan Pay Per Click (PPC/kontekstual) mendominasi sumber keuntungan, yaitu 64%. Di Indonesia, sejak tahun 2009, angka belanja iklan online menggila dengan kenaikan 100%. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa 54% dari wilayah kita dikuasai masyarakat muda yang merupakan konsumen digital-minded.
Indonesian Contextual Advertising
Google berawal dari mesin pencari, dan dengan permulaan menjual teknologi kontekstual melalui search advertising, yang lalu dilanjutkan dengan display advertising, telah menjadi raksasa di dunia yang sekarang menggurita dengan berbagai macam pengembangan jenis bisnis teknologi.
Yahoo setelah mempunyai CEO baru yang merupakan mantan eksekutif Google kelas kakap sekarang banyak memangkas pos-pos bisnis yang kurang menguntungkan, dan berusaha menemukan fokus baru dalam bisnisnya.
RIM, yang memproduksi Blackberry sekarang berjalan pelan dan pasti menuju kebangkrutan yang semakin sulit diselamatkan, padahal masa-masa puncak mereka belum lama terjadi pada 2008-2009.
Mengapa fakta tersebut penting bagi kita? Dua kata yang singkat namun penting. Fokus dan Dinamis. Internet dengan segala kehebatannya, juga menyimpan sisi satir yang kejam. Google bisa sebesar sekarang, karena mereka tau, dan mau sungguh-sungguh fokus mengembangkan dan menyempurnakan core bisnisnya pada saat mereka masih belum sebesar sekarang. Ketika dasar sudah kuat, silakan ekspansi mengembangkan dan menciptakan bisnis lainnya.
Yahoo tersesat ketika mencoba untuk menjadi semuanya, dan indikasi perbaikan mulai terlihat ketika Marrisa Mayer mulai menggiring bisnisnya untuk menemukan fokus baru, saham mereka naik 5% setelah pendapatan mencapai level yang lebih baik dari yang diharapkan pada quarter ketiga tahun ini.
Blackberry karam begitu cepatnya karena arogansi menolak perubahan dunia teknologi selular yang semakin cerdas dalam design dan inovasi yang berkiblat pada tuntutan dari end-user (pengguna).
SITTI sebagai bagian dari semua keriuhan ini telah berjalan pada arah yang benar dari ukuran faktor-faktor diatas. Kita telah memutuskan untuk fokus pada core bisnis kita, yaitu Indonesian contextual advertising, dan langkah-langkah sedang dilakukan untuk menjawab tuntutan dinamis yang ada dari pasar. Dan seperti yang Bapak Andy Sjarif, CEO dari PT SITTI Teknologi Indonesia, sudah jelaskan, dari semua perusahaan digital yang besar di Amerika, at some point in time they have been invested by Silicon Valley Venture Capital. Garis tangan SITTI pun sudah jelas dengan pernyataan ini.
Perilaku pengguna dan konsumen berubah, dan kita harus tetap dalam perubahan itu. Ada suatu pernyataan yang menurut saya perlu selalu kita ingat dari Henry Bloget, CEO dari Business Insider. It may took a decade for Internet to hit the business, but when it hit the business, it hit hard and it destroyed it shockingly quickly. Fokus dan selalu dinamis adalah salah satu kunci utama dalam industri ini.
Dan pada akhirnya, saya yakin Pak Andy pun pasti akan setuju dengan judul tulisan saya di atas. “May the force be with you” sudah ketinggalan jaman.
May the force of digital relevance be with you instead.
Achmad Praditya Wardhana
SME – Operation Development