Internship at SITTI

Jul 25, 2012 Posted Under: Blog Sitti   Read More

Bagi para mahasiswa yang sedang menjalani tugas akhir atau ingin mencari pengalaman bekerja, SITTI membuka kesempatan untuk bergabung menjadi Tim SITTI.

Internship for Publisher and Partnership

Job description:

  1. Mencari klien Publisher baru untuk bekerja-sama dengan SITTI
  2. Set/arrange meeting dengan klien
  3. Mensortir/menseleksi blog/website berdasarkan kategori

Kamu bisa mendapatkan pengalaman berharga selama 3 bulan untuk bekerja di PT SITTI, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Digital Advertising. Program magang difokuskan bagi para mahasiswa/i dengan tujuan untuk melengkapi syarat kelulusan mereka di kampus serta melibatkan mereka dalam proses penggarapan publisher website serta mengerjakan tugas-tugas lainnya seperti meng-arrange meeting, membuat jadwal meeting, melakukan hubungan langsung dengan pihak-pihak publisher, menghadiri rapat-rapat dengan klien, presentasi kreatif di depan klien.

Tak luput para mahasiswa program internship akan mendapat arahan langsung dari Senior Manager Publisher terutama untuk proses kreatif dalam presentasi kepada klien, serta proses pembelajaran dini untuk menjadi Media Planner.

Bagi kalian yang berminat untuk program Internship PT SITTI, silahkan kirimkan CV lengkap + Minat + Foto terbaru ke alamat email freelancer@sitti.co.id


Post to Twitter

Misteri Di Balik Kata Impossible

Jun 27, 2012 Posted Under: Blog Sitti   Read More

Pada kesempatan ini, saya mencoba untuk sedikit mengungkapkan sesuatu yang agak mengganjal hati saya manakala Pak Andy Sjarif, CEO SITTI bertanya kepada audience “apa yang muncul di pikiran kita bila mendengar kata impossible?”.

Arti kata impossible secara harfiah adalah hal yang mustahil atau nggak mungkin. Kata impossible memiliki antonim kata yakni possible, dan mempunyai beberapa sinonimnya yaitu unimaginable atau out of question atau insufferable atau inconceivable atau unimaginable atau unacceptable.

Peristiwa Sukhoi yang menghebohkan dunia aviation baru-baru ini dapat menjadi salah satu contoh dari pengunaan kata impossible. Banyak orang mempertanyakan “Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang didukung sepenuhnya oleh pemerintah Rusia dan dikatakan sebagai salah satu proyek nasional terpenting dan tentunya dilengkapi teknologi canggih, menabrak tebing batu di Gunung Salak Bogor, kok bisa?”. Jawabannya hingga kini, masih menjadi misteri.

“Walau paket kotak hitam belum ditemukan seluruhnya, namun proses pengungkapan misteri jatuhnya pesawat SSJ-100 tetap bisa dipecahkan, namun tidak secepat bila CVR dan FDR-nya telah ditemukan. Paling cepat bisa di bawah satu tahun, paling lama bisa dua tahun,” kata teknisi KNKT Andreas Ricardo Hananto di Posko Pasir Pogor, Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/5/2012).

Di balik kata impossible, tersimpan kata misteri.

Kalau dulu orang mengatakan ga mungkin manusia bisa seperti burung yang dapat terbang, di masa sekarang sudah menjadi hal yang biasa. Kita sudah mafhum dengan misterinya. Hal ini bisa berarti seiring dengan waktu, semakin banyak misteri yang bisa kita ungkap rahasianya, hal yang mustahil pun akan terlihat seperti hal yang mungkin, atau malah menjadi hal yang biasa.

Within God’s Hand”

Salman Alfarisi

PT SITTI

Post to Twitter

KETEMU SITTI LAGI, YUUUK~

Jun 11, 2012 Posted Under: Blog Sitti   Read More

Post to Twitter

Iklan Yang Salah Tempat

Jun 5, 2012 Posted Under: Blog Sitti   Read More

Aneh, dan menggelitik kepala. Rasa gatalnya cukup ganggu kalau tidak saya utarakan. Ya, saya sedang berbicara tentang pengalaman yang mungkin tidak hanya dialami oleh saya seorang. Bagi Anda yang pernah menonton di bioskop mungkin pernah melihat iklan ‘Visit Indonesia’ diputar sebelum film dimulai.

Aneh bukan? Iklan turisme Indonesia kok diputarnya justru di negara sendiri? Bukan suatu hal yang murah untuk menampilkan iklan seperti itu di beberapa bioskop di Indonesia. Apakah media planner-nya yang kurang paham, atau karena perusahaannya kebanyakan uang?

Yang jelas, pengalaman aneh ini membuat saya berpikir dan jadi bertanya-tanya. Untuk apa menempatkan iklan pada tempat yang tidak sesuai dengan tujuannya? Misi dari iklan Visit Indonesia adalah untuk meningkatkan nilai pariwisata negara Indonesia. Singkat kata, iklan itu dibuat untuk mengundang turis-turis mancanegara agar mengunjungi Indonesia. Tidak ada benefit pariwisata yang profitable dalam memutar iklan tersebut di negaranya sendiri, benar bukan?

Padahal telah dibuktikan oleh statistik bahwa kata ‘Indonesia’ diketik di search engine google sebanyak lebih dari 360 juta kali dalam setahun di seluruh dunia. Hal ini menggambarkan bahwa peran social media dan internet terbukti lebih membawa keuntungan pada dunia periklanan pariwisata.

Dunia digital menyambungi semua individu serta semua tempat without boundaries, tanpa batas. Kalau mau coba dimengerti lebih dalam lagi, kita akan sampai pada suatu fakta yang membuktikan bahwa koneksi digital akan memastikan negara ini mendapat keuntungan dalam peningkatan nilai pariwisatanya. Jika memang mau mengkampanyekan iklan pariwisata Indonesia, yang terpenting ialah mengerti tentang apa yang orang-orang cari ketika mereka meng-google ‘Indonesia’ and simply engage them based on those interests.

Jadi, untuk apa pasang iklan Visit Indonesia di negara sendiri? Bukannya menguntungkan, tapi malah merugikan penonton bioskop karena popcornnya sudah habis duluan sebelum filmnya mulai. Ya toh?

Andy Sjarif

CEO SITTI

As posted on Market+ edisi Mei 2012

Post to Twitter

Anti Galau

May 31, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Galau…

Mungkin semua orang pernah merasakan bagaimana rasanya galau. Galau akademis, galau belum punya pacar, galau keuangan, atau berbagai macam tipe galau lainnya. Tapi satu hal yang pasti, kata ‘galau‘ itu sendiri rasanya hampir nggak pernah mampir ke Rumah SITTI. Lihat saja bagaimana isi Rumah SITTI yang selalu ceria, riang, senang dan sama sekali nggak ada pernah sedikitpun beratmosfir galau.

Mungkin sama halnya dengan semua Advertiser yang sudah bergabung diSITTI. Pada awalnya pasti mereka galau sudah menghabiskan banyak uang untuk promosi namun hasilnya nihil, nggak ada hasilnya. Sehingga seringkali mereka kapok untuk mengeluarkan uang untuk mempromosikan produk atau hanya sekedar branding aja karena mereka sudah yakin bahwa hasilnya pasti minim.

Nah, untuk itulah SITTI hadir dan membantu memecahkan masalah para advertiser yang sangat galau ini, membantu mereka dalam beriklan yang tepat, efektif, dan cerdas.

Ngomongin soal galau, SITTI adalah perusahaan media digital yang ANTI GALAU. Kenapa bisa yaa? Tentu saja, pertama karena SITTI merupakan media digital yang berkonsep kontekstual berbahasa Indonesia. Kedua, SITTI adalah platform iklan yang murah, namun nggak murahan. Dan yang ketiga, SITTI didukung dengan SDM yang profesional di bidangnya masing-masing yang menjadikan SITTI siap bersaing menuju puncak tertinggi di persaingan industri digital. SITTI selalu mengusung jargon ‘impossible is nothing, and nothing is impossible’, dan dengan jargon ini SITTI siap merubah yang nggak mungkin menjadi mungkin. Inilah faktor-faktor yang membuat SITTI menjadi sebuah cara tepat beriklan di media digital. Cara yang pas, tepat, cocok, dan pastinya…..anti galau.

Balik lagi ke konsep galau, dan balik lagi ke individu kalian masing-masing.

Galau itu pasti dan akan selalu ada. Tapi pertanyaannya, kalian mau galau? Sampai kapan? Nggak bosen galau melulu? Untuk SITTI, galau itu hanyalah untuk orang-orang yang nggak mau berusaha, nggak mau berubah, dan nggak mau mencoba untuk mencari jalan mencari yang lebih baik.

Jadi, cepat hilangkan galau yang ada di sanubari kalian, galau yang ada di rasa kalian, galau yang selalu terdiam di pikiran. Yuk kita maju bersama SITTI, kita bisa bersama SITTI, kita melangkah menuju sukses bersama SITTI…….

……..tanpa kegalauan.

Kartika Riyana

Account Executive, PT SITTI

Post to Twitter

SITTI? Unik!

May 29, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Sebuah nama yang awalnya cukup asing di telinga saya,

Sebuah nama yang membuat sebagian orang bertanya-tanya,

Apa itu SITTI?

Siapa itu SITTI?

Perusahaan apakah SITTI itu?

Dan kali ini saya kembali menjelaskan untuk yang kesekian kali, SITTI adalah …….

PLATFORM IKLAN KONTEKSTUAL DALAM BAHASA INDONESIA.

SITTI merupakan sebuah perusahaan yang berkembang di media digital.

Dimana sekarang media digital sedang berkembang dan akuisisi bisnis media digital yang semakin marak, menyusul potensinya yang dinilai prospektif dan berdampak positif terhadap perkembangan bisnis.

SITTI siap membantu para pembisnis untuk mengembangkan dan meningkatkan performa pemasaran dan penjualan dengan cara:

BERIKLAN DI SITTI.CO.ID

Sedikit mau cerita tentang komentar-komentar dari mereka yang pernah datang ke SITTI.­­ Suatu hari ada beberapa teman yang main ke kantor SITTI dan mereka berkata, “Kantor loe asik banget deh! Kantor tapi bukan kayak kantor.” Mereka juga menilai dari cara berpakaian karyawan SITTI yang santai, dan membuat seolah-olah kita datang ke cafe atau tempat nongkrong.

Tata ruang kantor yang didesain seperti cafe dengan nuansa artistik membuat semua karyawan SITTI merasa nyaman, sehingga kita menyebutnya bukan kantor tetapi “Rumah SITTI”. Saya sangat mempersilahkan bagi yang mau berkunjung ke Rumah SITTI yang berlokasi di GRAHA TIRTADI 1st floor JL.Senopati No.71-73. Lokasi yang sangat strategis dan berada di tengah ibu kota.

Datang, dan rasakan sendiri betapa uniknya SITTI layaknya apa yang kami kerjakan di perusahaan digital advertising ini, UNIK :)

Valda

@muhammadmentari

Account Executive, PT SITTI

Post to Twitter

Wanita

May 24, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Finally, akhirnya saya kebagian giliran menulis di blog SITTI. Sebetulnya agak sulit buat saya mencari inspirasi mengenai apa yang akan saya tuangkan di atas program Microsoft Word ini, karena hampir semua perasan tentang keadaan di SITTI sudah dibicarakan oleh rekan-rekan yang telah menulis di blog SITTI ini. Intinya, kebersamaan di SITTI merupakan sesuatu yang sangat diacungkan jempol. Apalagi kalau soal makanan, teman seperjuangan saya yang sudah seperti soulmate, Linda (@lyendha) adalah teman paling sehati tentang urusan kepuasan perut ini.. Hehehe..

Oke, kalau begitu, saya akan mencoba menuangkan tentang suatu hal yang barusan lewat sedikit di kepala saya ini, saya akan berbicara mengenai makhluk Tuhan yang paling indah, “WANITA”.

Mempelajari wanita adalah mempelajari dimensi keindahan. Keindahan yang terkadang semu, tapi hakiki karena memang wanita diciptakan untuk menjadi kuat namun juga butuh perlindungan. Kecantikan hakiki adalah apabila dimensi itu saling menopang satu sama lain membentuk kesempurnaan sinar dari dalam, layaknya berlian.

Meski terkadang posisinya di letakan rendah, namun sebenarnya berdiri ditinggikan oleh sang Maha Cinta, menjadi generator cinta untuk penyeimbangan hidup didunia. Menjadi pencinta yang ditugaskan untuk berdiri tegak dan melaksanakan tugasnya yang berdimensi.

Bejuta-juta tugas wanita yang silih berganti tanpa henti, diringankan hanya karena sesuatu yang sudah diciptakan baku didalam dirinya, kemampuan untuk “multi tasking“.

Kesadaran akan kodratnya membuat wanita menjadi cantik alami, dan selanjutnya tinggal disempurnakan melalui kemasannya. Kemasan juga harus disadari sebagai permukaan lautan yang patut diselami sebagai penemuan akan kecantikan tersebut.

Sadarkah wanita akan pengemasan dirinya menuju kesempurnaan yang lebih sempurna? Bukan semata-mata menutupi ketidakpercayaan diri tapi lebih kepada bentuk syukur akan kecantikan yang memang sudah menjadi miliknya.

Jadi intinya, kita harus bersyukur menjadi seperti apapun diri kita saat ini, karena masih banyak di luar sana yang ingin seperti kita sebagai Wanita didalam diri masing-masing.

Kharisma ayu

@namakuima

Accounting, PT SITTI

Post to Twitter

Selamatkan Bumi Bersama SITTI

May 23, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Halo SITTIZENS! Masih ingat kan, tepat pada tanggal 31 Maret 2012 lalu kita bersama-sama memadamkan listrik selama satu jam dalam rangka merayakan “Earth Houratau dalam bahasa Indonesianya “Hari Bumi”. Kegiatan pemadaman listrik ini digalangkan untuk mengurangi pemanasan global yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia serta semua mahluk hidup yang tinggal di Bumi.

Dan pada tanggal 31 Maret kemarin, terbukti telah terjadi sebuah pengurangan emisi dan panas di muka bumi yang merupakan sebuah efek positif dari pemadaman listrik tersebut. Nah, alangkah baiknya apabila hal yang sangat bermanfaat seperti ini tidak hanya berhenti sampai di bulan Maret, agar usaha kita untuk memperbaiki lingkungan dan ekosistem hidup ke arah yang lebih baik dapat terus terlaksana.

Selain pemadaman listrik berkala, masih banyak lho cara sederhana lainnya yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga kondisi Mother Earth. Contohnya dengan program Papperless, program untuk menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengurangi penggunaan kertas agar pohon dan tumbuhan dapat tetap hidup. Bagi SITTIzens yang memiliki bisnis, baik itu usaha kecil, menengah ataupun bisnis yang sudah besar, pasti akan banyak menggunakan kertas untuk media promosinya, seperti mencetak brosur atau poster. Nah, dengan program Papperless ini para pebisnis dapat mulai mengurangi penggunaan kertas untuk promosi produknya. Daripada mem-fotokopi berlembar-lembar brosur yang kemudian ditempel di tiang listrik atau disebar ke orang-orang lewat dan pada akhirnya hanya dibuang lalu menjadi sampah, sebaiknya mulai beralih promo menggunakan media digital. Dengan harga yang lebih murah dari pembuatan poster atau brosur, SITTI dapat membantu pebisnis untuk mempromosikan produknya di 26.000 lebih jaringan situs dan blog di seluruh Indonesia. Meningkatnya para pengguna internet juga dapat menjadi lahan baru bagi SITTIzens untuk memasarkan bisnis produknya. So, tunggu apalagi? Ayo SITTIzens, mari beralih ke media digital untuk mengurangi penggunaan kertas dan membantu memperbaiki bumi tempat kita tinggal ini.

Let’s Save Our Planet!

Bety Rosalina

Staff of Publisher, PT SITTI

@betyrosalina

Post to Twitter

SITTI bukan SITI

May 16, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Di ceritakan tentang dua orang pemuda yang sudah lama tidak bertemu, yang pada akhirnya pada suatu kesempatan mereka menyempatkan waktunya untuk saling tatap muka dan dimulai lah perbincangan di antara mereka berdua.

Amad : Akhirnya kita ketemu juga bro….

Pendi : Iye nih! Lo sibuk banget mad, kite ketemuan kagak jadi-jadi terus gara-gara lo sibuk!

Amad : Sorry mas bro, namanya juga lagi cari duit, Pen. Kan enak nanti kalo usaha kita maju.

Pendi : Ah gw aja yang usaha kagak sibuk-sibuk amat…..

Dua sahabat ini merupakan pengusaha kecil yang sedang berupaya untuk mengembangkan usaha mereka ke arah yang lebih baik lagi (baca: sukses), kemudian dimulai perbincangan yang lebih hangat dan intim (eh?), yang membahas perkembangan bisnis mereka masing-masing (curhat ceritanya).

Pendi : Lo gimane bisnis-nye?

Amad : Kalo guwe (kata “guwe” di ekspresikan sambil dengan rada membelokkan bibir kesamping) sih ada peningkatan setelah ada SITTI.

Pendi : Owh gitu bro?

Amad : Kalo elo gmn?

Pendi : Gw masih gini-gini aja belom ada perkembangan. Eh emang si SITI bagus kerjanya?

Amad : Yaa, sebelum ada SITTI usaha gw biasa-biasa aja tapi sekarang alhamdulillah berkembang makin bagus. Makin banyak pelanggan gw, lo mending guwe saranin pake SITTI deh bro, elo coba aja dulu.

Pendi : (terhenyak, kaget, mata terbuka lebar, mulut menganga, dan segala bentuk ekspresi terkejut tercurahkan disaat itu) Maksud lo gimana, Mad? (pertanyaan yang keluar dengan pemikiran yang bercabang-cabang)

Amad : Iya bener, Pen..

Pendi : Hah!! (didalam otaknya pendi terdapat pemikiran dengan konotasi antara negatif dan positif. Gak tau deh proporsinya lebih banyakan yang mana?)

Amad : Lah dia malah bengong, woy!!! (yang langsung mengembalikan Pendi ke dunia nyata, secara si Amad teriak-teriak kecil di kupingnya pendi)

Pendi : Ja…..di… gw boleh pake SITI, Mad? (masi ragu dengan perasaannya) Terus ntar elo gimana, Mad? Kalo SITI sama gw entar pelanggan elo menurun dong… entar gue gaji berapa, Mad? Gede yah? Orangnya emang cakep yah sampe pelanggan lo jadi banyak gitu? Kerjanya mantep ya? (dan berbagai pertanyaan lainnya yg tidak mungkin di muat di blog ini)

Amad : Ya elaah, Pen! Bukan siti tapi SITTI huruf “T” nya ada dua.

Pendi : Oalaah gw kirain Siti yang itu… Lah klo si SITTI anak mane lagi???

Amad : (menarik napas, mata terpejam dan…… membelokkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dan dimulai lah pelajarannya) Bukan siti itu bro. Maksuuud guwe (bibir mode ON) SITTI itu bukan orang tapi perusahaan Digital Advertising, elo tau gak? Gak usah dijawab guwe udah tau elo enggak ngerti kan?

Pendi : (manggut-manggut, sambil berusaha mempercayai apa yang di ucapkan Amad)

Amad : Jadi tuh usaha guwe berkembang gara-gara beriklan di SITTI. Guwe kasih uang buat beriklan, terus ada deh tuh iklan usaha guwe di internet. Nah dari situ tuh pelanggan gw makin banyak apalagi klo pas gw pasang promo-promo, makin sibuk deh guwe. Elo udah punya alamat internet belom buat usaha lo?

Pendi : Owh gitu, wah gw belom ada, emang mesti bikin ye? Ajarin gw dong Mad! Canggih juga elo yaa, kagak nyangka gw. Terus-terus gw mesti gimana nih?

Amad: Nah kebeneran nih guwe enggak perlu ngajarin lo bikin alamat internet , bukannya gw kagak mau ngajarin yee… tapi SITTI lagi ada tuh paket beriklan, nah entar tuh elo dibikinin webstore semacem toko online gitu nih gw kasih brosurnya, kebeneran gw bawa.

Pendi : (memperhatikan dengan seksama) Ooo jadi ini yah? Nah entar gw mesti hubungin sape nih, Mad?

Amad : Nah itu ada nomor kontaknye. Hubungin aja tuh klo mau tanya-tanya lagi. Atau lo bisa telpon ke nomor itu, cari yang namanya Resna.

Pendi : Ini laki apa cewek ya, Mad? Nama nya Resna…

Amad : Hmm…. (perlahan mengembangan senyuman yg sedikit demi sedikit semakin melebar) Sebenernya itu salah satu pelanggan guwe, Pen. Cowok, Pen. Bukan cewek.

Pendi : Owh gitu Mad. Ya udeh entar hubungin Resna aje ye… sapa tau usaha alat musik reggae sama barang lainnye jadi tambah laku ye Mad. Elo knapa Mad senyum-senyum sendiri?

Amad : Iye Pen. Elo hubungin dia aje sekalian bilangin kapan creambath lagi di salon guwe. Udah lama tuh dia kagak nyalon, kan kangen juga guwe…

Pendi : Ah elo cari kesempatan aje! Cari yang “bener” ngape?!

Amad : Iye tenang aje Pen (sambil colek bahu)

Pendi : (sedikit menggeserkan badan sehingga membuat jarak sedikit menjauh chyinn) Oke. Thanks ya bro! Siapa tau ntar usaha gw bisa tambah sukses kayak lo.

Amad : Iye Pen mudah-mudahan ye….

Sambil masing-masing menikmati rokoknya dan ditemani secangkir kopi (duh romantisnya..), mereka membicarakan hal lainnya sambil menikmati malam yang kian larut.

SITTI oh SITTI…..

Wisnu Tri Wardono

AE, PT SITTI

@d0n_mono

Post to Twitter

Tantangan Yang Bikin Pusing Ala Saya

May 10, 2012 Posted Under: Team SITTI   Read More

Saya termasuk orang beruntung.

Kenapa? Saya punya dua pekerjaan paling menantang. Senin-Jumat sebagai sales di PT SITTI, the impossible company. Yang kedua, Sabtu-Minggu berubah menjadi Ranger di SENOPATI, EO yang sudah memberikan saya begitu banyak pengalaman selama 4 tahun terakhir.

Tetapi disini saya nggak akan membahas dua kegiatan saya diatas, saya akan bahas kegiatan tambahan saya yang ketiga. (Gila kerja? Hmm, nggak juga sih).

Kegiatan tambahan saya yang sejauh ini sudah berhasil saya sempilkan diantara jadwal pekerjaan saya adalah mempersiapkan pernikahan untuk diri sendiri. Weird!!! Loh kok aneh? Bukannya gampang ya kalo sudah biasa ngerjain event? Secara calon istri saya, Ocha, juga kerjaannya ngerjain event di tempatnya bekerja di Bandung.

Nope, nggak ada gampang-gampang nya, semua justru 10x lebih berat daripada ngerjain event orang lain. Padahal sebelumnya, buat saya ngerjain wedding itu lebih gampang daripada ngerjain outdoor event/outing. Ngurusin wedding itu enak. Diruangan ber-AC, nggak perlu begadang dan bangun subuh, urusan makanan juga nggak perlu ditanya. Jadi buat saya ngerjain wedding itu kayak makan gaji buta, nggak capek tapi dibayar mahal. Eh tapi ada satu kekurangan sih sebenarnya, yaitu peraturan tak tertulis yang nggak memperbolehkan saya untuk memakai sepatu kets. (Sumpah pake sepatu formal terus berdiri dan jalan kesana kemari tiga jam itu pegel banget!).

Oke kembali ke topik, kenapa urusan “hari H” ini menjadi sangat menantang sekaligus bikin pusing?

Pertama, karena saya mau semuanya sempurna (yaiyalah!!). Untuk acara ini, saya sudah kombinasikan tiga contoh rundown berbeda, yang isinya mungkin hampir sama. Detail yang sudah dibuat di cek lagi, lagi, lagi, dan lagi. Padahal mau di cek berapa kali tetap saja itu intinya. Kalo rundown bisa ngomong, mungkin dia akan bilang “Sob, udah nggak usah di cek terus, semua udah lengkap kok, nggak santai kayak di pantai deh lo”.

Kedua, keluarga juga turut campur. Hal ini menantang untuk saya. Kenapa? Karena saya secara natural nggak bisa tegas mengenai segala sesuatu yang berurusan dengan keluarga. Keputusan yang sudah diambil bisa berubah jika ada yang nggak setuju. Berbeda jika berhadapan dengan klien saya, mereka pada umumnya akan menerima saran yang saya berikan, karena dimata mereka saya adalah Resna, orang yang mereka bayar untuk menjalankan eventnya. Nah, kalau sama keluarga, saya adalah bagian dari mereka. Nggak mungkin saya pagi-pagi ngomong di microphone “Ya harap semua keluarga sudah bersiap dan berkumpul di lobby karena sebentar lagi kita akan menuju venue, yang tidak ada akan saya tinggal”.

Kalau begini kejadiannya bisa jadi ada dua respon, yang pertama: “Yaudahlah, Resna ini, masa’ keponakan mau ninggalin om/tantenya…”

Dan respon yang kedua mungkin agak lebih ekstrim: “HEH!!!, durhaka siah ka kolot!!!! Pikasebeuleun pisan budak teh”.

Dan hal inilah yang membuat saya memutuskan bahwa urusan keluarga lebih baik dilakukan oleh orang lain yang bukan keluarga.

Ketiga, ini faktor paling penting yaitu psikologis. Empat tahun saya terbiasa menjadi tumpuan orang untuk menjalankan event/wedding-nya, Terbiasa untuk ‘dicari’ disaat sesuatu hal tidak berjalan sesuai apa yang sudah direncanakan. Terbiasa untuk cek makanan apakah sudah ada atau belum. Terbiasa untuk cek pengisi acara sudah tiba dilokasi atau belum. Serta sejumlah hal lain yang sudah terbiasa saya lakukan ketika mengerjakan sebuah event. Ketika semua ini dibalik rasanya aneh loh, saya harus mempercayakan orang lain untuk mengontrol hari H pernikahan saya. Sebagai info, Project officer yang ditunjuk adalah teman saya, Teddy, marcomm coordinator di salah satu radio swasta yang kerjaannya bikin event melulu. Lalu ada lagi dua koordinator, Rika dan Raina, keduanya merupakan adik saya. Rika bekerja sebagai marketing support di salah satu BUMN, dia juga terkenal suka marah-marahin vendor kalo eventnya nggak lancar (didukung pula dengan muka juteknya). Raina juga bekerja sebagai EO di semarang, dan sekarang lagi meng-handle roadshow biskuit yang jika dimakan kita bisa jadi macan :)

Jika melihat spesifikasi orang-orang diatas, seharusnya saya udah tenang, karena event saya ditangani oleh orang-orang handal yang mengerti apa yang mereka sedang kerjakan. Tapi balik lagi, saya tetap saja tidak tenang. Jika boleh pengantin memakai ear piece + communication set pas hari H, mungkin saya akan pakai. Jadi saya bisa dengar semua report, hehehe. Saya bahkan sudah merencanakan akan dateng subuh-subuh pas hari H untuk cek dekorasi (yang sabar ya vendor dekorasi).

Anyway, kurang lebih beginilah perasaan saya beberapa bulan terakhir. Berlebihan? Iya sih.. Perasaan campur aduk tapi menantang. Saya harus jalan tanpa support dari rekan-rekan di SENOPATI, karena mereka akan datang sebagai tamu.

Satu inti yang saya pelajari dari proses ini (walaupun saya akui, saya bukan orang yang religius). Bahwa ketika saya sudah berusaha sepenuh hati, mungkin ada saatnya saya untuk duduk tenang, tarik nafas dalam-dalam dan menyerahkan segala sesuatunya kepadaNYA.

Resna Raniadi

@raniadiresna

Assistant Manager Of Sales

Post to Twitter