(Bukan) Update Status
Kedua mempelai berdiri di depan penghulu, mempelai pria mengucapkan ijab. Setelah ijab selesai, sang mempelai pria mengeluarkan handphone dari sakunya.
“Ngapain?” tanya sang mempelai wanita.
“Update status.” jawab sang pria singkat.
Adegan ini akan menjadi pemandangan umum di pernikahan era digital atau kehidupan digital yang lain. Kadangkala kita terobsesi untuk mendokumentasikan dan membagi keseharian kita, pengalaman menarik dan kadang kita terlalu terbiasa dengan itu dan lupa satu hal penting. Menikmatinya.
Tak jarang saat di konser musik kita melihat kamera dan handphone teracung di udara dan livetweet mengalir deras selama konser. Hal ini menyebalkan karena dua hal, satu, hal ini membuat sebal karena orang yang tidak bisa mengikuti konser iri, kedua membuat kita gagal menghayati pengalaman, euforia dan aura yang berusaha dibangun oleh para musikus dalam konser.
Sayang, saat kita harusnya menikmati pengalaman-pengalaman hidup kita akhirnya terjebak dalam usaha untuk mendokumentasikannya, baik lewat status twitter, foto di facebook maupun check-in di foursquare.
Kita perlu menikmati bunga mawar di taman, bukan memfoto bunga mawar dengan sejuta pose.
Daniel
Tukang ketik di SITTI