Posted on April 6 2011 by sittibloger

Nubruk Sampai Pecah

Kalau berdasarkan thesaurus bahasa Inggris, kata-kata breakthrough memiliki definisi sebagai berikut: “Improvement, progress in development” Dengan kata lain, breakthrough adalah sesuatu perkembangan positif atau progres yang diharapkan. Terlalu akademis menurut saya. Bikin ngantuk.

Saya lebih suka versinya Solihin, si OB di kantor saya. Dia bilang bahwa break itu pecah dan through itu “nubruk”. Jadi untuk dia breakthrough artinya menubruk sesuatu sampai pecah. Saya sangat suka definisinya Solihin. Because of its utter simpli city. Selain itu menubruk sampai pecah bisa diartikan dalam banyak hal tanpa basa basi akademis seperti “perkembangan atau progress yang diharapkan”.

Dalam berkarya, sesuatu yang memiliki karakter dan keunikan sendiri hanya bisa diberikan ke mereka yang berhasil melampau batas-batas normatif. Kalau tidak, apapun itu, hanya sesuatu yang sering kita bilang masuk dalam kategori “biasa banget”.

Di dunia teknologi, nubruk sampai pecah dilakukan oleh Steve Jobs dan Apple. Sebelum mereka buat iPad, kita selalu bilang bahwa komputer harus ada tombol-tombol huruf seperti mesin ketik. Apple bertanya, “Kenapa harus begitu?”. Dan mereka membuat iPad dengan design yang sangat simple tetapi sangat user friendly dan very very cool. The rest is history karena Apple nubruk sampai pecah semua batas-batas normatif sebuah komputer.

Kita lihat Google dengan sistim advertising mereka yang disebut AdWords. Di jaman di mana semua perusahaan membeli sistem iklan banner dangan gambar – gambar menarik di Internet, Google bilang, “Kenapa nggak text aja ya?”. Sekarang iklan text Google yang awalnya disebut membosankan itu menjadi benchmark iklan internet sampai menguasai hampir 60% dari share advertising di internet. Sekali lagi, Google menubruk sampai pecah batas – batas normatif iklan di Internet.

SITTI adalah perusahaan start up yang saya rintis sejak setahun yang lalu. SITTI juga dimulai dengan bertanya, “Kalau perkembangan populasi Internet di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia, kenapa ya pemain bisnis internet terbesar di Indonesia tidak ada satu juga pemain lokal?” Gak percaya? Coba lihat Top 5 situs yang paling sering diakses sama orang Indonesia. Facebook, Google.com, Google.co.id, Blogger, Yahoo. Pemain lokalnya ke mana ya?

Saya suka Facebook. Saya cinta Google. Istri saya punya blog pake Blogger. Email saya pakai Yahoo. Saya nggak peduli mereka pake merah putih atau tidak. Saya peduli mereka memberikan saya servis yang saya mau.

Saya adalah Anda semua. Di Internet, saya nggak pake merah putih atau baju merah dengan garuda di dadaku. Saya pakai satu topi; my own self interest. Jadi saya sebagai bagian dari SITTI bertanya lagi: Pemain lokalnya ke mana ya?

Di sinilah saya akhiri artikel ini. Karena SITTI baru mulai bertanya. Jadi kita mau nubruk dan mau sampai pecah. Kita mau menjadi breakthrough. Tapi sampai saat itu terjadi, saya hanya ingin bertanya dan berharap bahwa banyak pemain digital lainnya yang juga bertanya. Siapa tahu dengan bertanya seperti Apple dan Google, beberapa tahun lagi kita bisa bilang bahwa di dunia digital kita sukses jadi tuan rumah di negara sendiri.

Gubrak! *kan begitu bunyinya nubruk.

@AndySjarif
CEO SITTI

As posted on www.marketplus.co.id, click http://bit.ly/gLYZYa

Post to Twitter

One Response to “Nubruk Sampai Pecah”

  1. indra says:

    saya suka artikel ini ….sangat menarik

Leave a Reply