SITTI, Techcrunch dan Mpek Mpek Palembang
Sabtu pagi jam 7, BB saya berbunyi keras. Teman lama saya di Amerika yang sudah 4 tahun nggak pernah berhubungan mengirim email. Pesannya simple dan pendek, “Read your name on Techcrunch. Very cool.”
Saya lompat dari tempat tidur dan membuka laptop saya. Di situ, di depan mata saya, ada artikel di Techcrunch tentang SITTI yang ditulis oleh Sarah Lacy. Terus terang, reaksi pertama saya adalah “shock abiis”. Saya memang cukup yakin akan ada tulisan tentang SITTI. Tapi saya berpikir bahwa SITTI akan ditulis sepanjang satu paragraf bersama perusahaan teknologi lainnya. Jelas saya tidak mengira satu artikel hanya tentang SITTi saja akan ada di Techcrunch.
I mean… Techcrunch jo! Bukan blog pribadinya si Jono.
“Tenang. Tenang. Nafas. Pelan-pelan,” Itu yang saya bilang ke diri saya.
Lalu saya bertanya pada diri sendiri, “Apa sih artinya ini?”. Selain nama saya sekarang jadi lebih terindex oleh Google, apakah artikel ini membuat SITTI menjadi lebih dari hari Jumat sebelum artikel ini keluar?
Fakta. SITTI adalah start up yang belum menghasilkan uang kecuali Rp 630 ribu dari penjualan teh botol si Udin.
Fakta. SITTI belum menerima komitmen pengiklan walaupun sudah melakukan iklan testing dengan lebih dari 600 brands.
Fakta. Saya masih gendut.
Fakta. SITTI boleh saja menantang Google. Tapi realitanya kita bukan apa-apa kalau di bandingkan dengan the mighty Google,inc.
Intinya bukan saya tidak merasa berterimakasih dengan tampilnya SITTI di Techcrunch. Saya sangat berterima kasih dan merasa bersyukur untuk komunitas teknologi negara ini yang mendapat atensi dunia. Walaupun baru dalam satu artikel. Saya sangat bersyukur.
Tapi secara pragmatis, saya harus melihat dari sisi lain. SITTI sebentar lagi akan berkompetisi dengan pemain terbesar dunia. Pemain yang belum pernah terkalahkan oleh siapapun dalam dunia “contextual advertising”.
Kami, Luke-SITTI-Skywalker sebentar lagi akan berhadapan dengan Yoda-Google yang bisa terbang sambil berantem. Hiii serem.
Maka dari itu. Artikel ini besar untuk kami di SITTI. Artikel ini besar untuk teman-teman di dunia teknolgi di Indonesia. But talk is cheap.
Sekarang waktunya untuk kami di SITTI bekerja dan berkompetisi dengan sang Mahaguru kami, Mbah Google,inc.. Untuk hal ini, kami tidak mungkin bisa menang kalau hanya kami sendiri.
Di blog posting ini. Sekarang. Saya mencancapkan bendera merah putih tidak untuk berperang. Tapi untu meminta pertolongan. Kami di SITTI perlu bantuan.
Kalau kamu blogger atau pemilik situs: Pasanglah SITTI di blog dan situsmu. Datang. Daftar dan pasang SITTI dari belajarsitti.com. Bukan karena kami bawa bendera merah putih, tapi karena kamu mau bikin uang. Simple. Jadikan SITTI sebuah alat untuk mandatangkan pemasukan tambahan. Kalau ada sejuta yang pasang SITTI di blog masing-masing, kita bisa berteriak bahwa ekonomi internet di negara ini bukan milik Google,inc. Tapi milik kita semua.
Para pengiklan, besar dan kecil: Beriklanlah di internet. 45 juta pengguna Internet Indonesia menunggu Anda semua. Mau beriklan pakai banner, ad network atau pasang di sittibelajar.com, silahkan.
Jumlah pengguna Internet sudah berkembang sebesar 1150% 9 tahun terakhir.
Kami adalah sebuah ledakan. Ledakan populasi yang menunggu pesan-pesan iklan Anda yang kreatif, baik, buruk dan membosankan (kan ada iklan yang bikin ngantuk).
Sekali lagi, jangan beriklan di SITTI karena kami berwarna merah putih. Lakukan karena mesin SITTI yang sudah belajar dari 600 juta halaman situs Indonesia bisa membantu bisnis anda. Besar, kecil, UKM, sampai warung bu Neni di Mampang Prapatan.
Artikel Techcrunch tentang SITTI adalah sebuah awal. Bukan akhir. Kami baru mau mulai dan kami perlu bantuan semua pihak.
Tolooooong.
Bantu kami tanpa rasa nasionalisme. Bantu dengan rasa narsisme. Pikirkan diri sendiri secara kolektif. Karena mungkin dengan berpikir narsis, bendera merah putih tidak akan berkibar di sini, tapi di depan kantor Google di Moutain View. Lengkap dengan lagu “Tak Gendong”-nya Mbah Surip.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Google, saya tidak mau mengakhiri blog post ini dengan menyebut nama mereka lagi. Ntar dibilang mancrush lagi sama Techcrunch.
Saya akan mengakhiri posting ini dengan hal lain. Mpek Mpek Palembang.
Kenapa Mpek Mpek? Well, saya suka banget Mpek Mpek. Saya selalu niat untuk berdiet. Tapi kalau ada Mpek Mpek dan teh botol, niat itu bablas.
Sekarang, sudah waktunya SITTI untuk bekerja. Bukan hanya berniat seperti saya dan diet saya.
@AndySjarif
Founder SITTI
Mpek Mpek fans club
Setuju banget!
Pas kmaren datang di Anomali Cafe, terus denger di radio ttg Google yang angkuh dgn sombongnya bisa mengeruk duit jutaan dollar di Indonesia tanpa bikin kantor di sini, lalu ditabuh dengan hasutan TechCruch, makin yakin nih, kita bisa melawan mereka kalau kita mau.
Hidup SITTI!
Hidup Krisdayanti!
wahai Andy Sjarif aku sudah memasang SITTI di blog ku….
….tengoklah dan berilah doa mantra2
karena aku sudah melakukan doa dan mantra2 agar suatu hari SITTI selebrasi dengan tak gendong mbah surip… ….
dahsyat kawan andy, senang sekali sitti bisa unjuk gigi, apakah seindah gigi siti nurhaliza, wallahu alam bisowab … tapi proud of you … welcome sitti ai lep yu soooo
dan saya pun masang Sitti di blog gara-gara baca tulisan di techcrunch
selamat pak
Hore!!
mmmh menarik dan namanya terdengar unik di telinga. ga bs dibohongi bila mendengar ato melihat tulisan sitti akan terlintas SITI NURHALIZA. hehehe tapi ini sudah mewakili southeast asian. karena domain broker yg merajalela sepertinya sitti memanfaatkan double letter seperti raksasa dunia gOOgle, yahOO, facebOOk,dll. saya pertama baca judul langsung buka browser baru dan ketik sitti.com twing… error page. saya balik lagi ke artikel inioke.com dan membaca isi artikelnya melihat alamat website sitti. ternyata domain .co.id heheheh
btw semangat untuk sitti, go blog indonesia!
[...] dari blog SITTI, SITTI direview secara penuh oleh satu halaman TechCrunch dengan judul “Coincidence? Or Has [...]
Hari ini secara resmi saya bergabung dan memasang iklan SITTI di blog saya. Saya kenal SITTI dari forum yang khusus membahas tentang “produk besutan” si Mbah G.
Begitu membaaca postingan tentang SITTI, tanpa basa basi saya langsung tertarik dan segera bergabung (sebagai publisher), karena selama ini saya memang “mencari” partner yang berani “bicara lantang” pada Mbah Google, dan hari ini saya menemukan jawabannya di SITTI (walaupun saya terlambat mengetahui hal ini).
Langkah pertama yang saya ambil untuk serius bergabung dengan SITTI adalah:
1). Saya ganti blog saya yang sebelumnya berbahasa Inggris dengan Bahasa Indonesia.
2). Bahkan seluruh isi artikelnya saya hapus TOTAL.
3). Iklan adsensenya pun saya CABUT TOTAL.
4). Blog ini saya dedikasikan khusus untuk mendukung program SITTI.
5). Saya tidak peduli soal di-”index” atau tidak oleh Google karena skarang banyak cara utk datangkan visitor, terutama jika blog ber-Bahasa Indonesia. Jadi saya SAMA SEKALI TIDAK khawatir soal ini.
6). Saya sangat mendukung SITTI 100% alias TOTAL.
Sebagai imnformasi, pada tahun lalu saya pernah menerbitkan sebuah media cetak (tabloid) yang khusus membahas tentang internet, apa kira-kira saya bisa bergabung dalam tim-nya SITTI dengan modal ini?
Saya sangat berterima kasih sekali jika saya diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari tim-nya SITTI.
[...] saya bangga bergabung dengan SITTI sebagai publisher. Dan saya punya terget berikut untuk bisa menjadi bagian dari tim-nya SITTI. Karena selama ini saya [...]
[...] Walaupun sempat kena suspend gara-gara hal diatas, saya tidak akan jera mendukung sitti yang notabene ppc asli Indonesia. Jangankan saya, techrunch aja gak takut mendukung sitti. [...]
saya juga pak hahn hehe..
thanks about your post. very gud.
sebenarnya saya udah beberapa lama gabung di sitti tapi belum pasang kodenya di blog. hari ini baru masang n udah nemu postingan ini..
mantap gan, semoga dengan sitti bisa bantu nambah penghasilan saya dari blog berbahasa Indonesia..
Sukses terus buat kita semua
go go go go go go !
ayo maju PPC indonesia,,meski google adsense sekarang MAU support bahsa indonesia (masih dlam thap percobaan-hanya 100 publisher indonesia yg mendpat ksemptan pertma kali mendpat fasilitas itu)
gw yakin,,sitti juga akan semakin berkibar kho