Posted on May 30 2011 by sittibloger

Lihat KIRI Lihat KANAN

Seumur hidup saya sebagai orang Indonesia, saya selalu mendengar bahwa jutaan anak bangsa ini masih tidak bisa mendapatkan pendidikan yang cukup. Bahkan saya sempat mendengar bahwa ada 11.7 juta anak yang putus pendidikan di tahun 2009.

Saya sedih tapi nggak punya solusi. Saya prihatin tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Tapi saya tetap mau bertanya…

Kalau artikel seperti ini ditulis, biasanya kalimat berikut yang saya tulis dimulai dengan “Pemerintah seharusnya bla blab bla…”. Well, I am not going to do that. Boleh sih saya dipanggil skeptis, tapi pikiran saya hanya dari satu sisi, tulisan saya ini tidak mungkin membuat pemerintah kita melakukan apapun. I mean… “Siapa situuu?” kata orang pemerintah yang kemungkinan anak gaul.

Saya mau lebih pragmatis. Saya mau ngeyel dan bertanya kalau di negara yang kita cintai ini bisa ada 30 juta pengguna Facebook, kenapa sih kita nggak bisa kasih adik-adik kita yang jumlahnya hanya 11.7 juta itu untuk mendapatkan pendidikan mereka di Internet?

Kalau penetrasi Twitter di Indonesia yang mencapai 20.8% ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia, kenapa sih kita nggak bisa kasih solusi untuk anak-anak putus pendidikan dengan melakukannya lewat Internet?

Kalau 2.7 miliar kali orang Indonesia bisa datang dan mengetik sesuatu di Google.com, kenapa ya kita nggak bisa membuat suatu aktifitas untuk adik-adik kita ini?

Saya tidak memberikan solusi karena saya bukan politisi, educator apalagi orang pemerintah. Saya hanyalah seseorang yang percaya bahwa dengan perkembangan internet sebesar 1150% di Indonesia, kita pasti bisa melakukan sesuatu untuk adik-adik kita yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan mereka di bangku SMA bahkan SMP.

Saya percaya bahwa dengan internet, banyak sekali sektor yang dapat ditingkatkan termasuk pendidikan. Sekolah online adalah contoh yang paling mudah.

Sekarang pertanyaannya, maukah kita berpindah dari pendidikan konvensional ke sekolah digital? Apakah kita mampu memiliki standar pendidikan online yang sama bagusnya dengan pendidikan konvensional? Apakah kita ingin bangsa kita terhapus dari kebodohan dan kemiskinan? Tentu saja.

Pilihannya ada di tangan kita. It’s about the choices we make.

@AndySjarif
CEO SITTI

As posted on Market+ edisi 18 | Mei 2011

Post to Twitter

One Response to “Lihat KIRI Lihat KANAN”

  1. Air Max 93…

    [...]He’s funny, cute, and full of energy.[...]…

Leave a Reply